Selamat Jalan Om An – Part 2

sambungan dari postingan sebelumnya : Selamat Jalan Om An – Part 1

28 januari 2013, gw pulang ke bali lagi.

gw pulang ke bali itu mau ngikutin rangkaian acara ngaben om an tgl 29 januari 2013.

begitu sampe rumah dari bandara, yang gw liat di rumah adalah ini :

2013-01-28 13.38.58

2013-01-28 13.40.00

2013-01-28 13.40.29

2013-01-28 13.41.20

seperti biasa di adat bali kalo ada yang meninggal pasti masyarakat sekitar dateng bawa beras, kopi, gula dan kain kasa. semua itu nantinya dipake buat nyuguhin kopi ke tamu2 yang dateng. ga jarang juga tamu2 yang datang membawa uang.

masa2 persiapan itu lumayan berat, mulai dari nyiapin kue2 untuk tamu, persiapan peti jenazah, terus daftar ke krematorium, dll.

krematorium? bukan di aben di setra?

jangan salah, meskipun dibakar di krematorium, tetep aja dinamakan ngaben. karena mempertimbangkan beberapa hal makanya keluarga lebih memilih di krematorium. beberapa hal itu antara lain : penyakit yang di derita om an, banjar pasti bakal menjauh, masalah biaya pengabenan dan kepraktisan.

tanggal 29 januari 2013 – 08.00 WITA

bangun pagi, semua keluarga langsung bersiap dengan tugas masing2. ada yang bertugas di sekretariat pasek, ada yang bertugas di krematorium, ada yang bertugas menjemput ke rumah sakit. gw kebagian yang menjemput ke rumah sakit. kemana lagi kalo bukan ke kamar jenazah?

sayangnya foto-foto selama ada di kamar jenazah semuanya hilang dari kamera. jadi sorry, ga ada foto 😀

benernya ambulans dari krematorium udah janji untuk ngambil jenazah jam 10.00 WITA, tapi kenyataannya jam 12 siang ambulans baru datang jemput jenazah.

jenazah om an berangkat ke krematorium santha yana cekomaria ditemani sama anaknya, ade dan pengurus nya selama sakit, made blangka. di krematorium santha yana, bayangna gw seperti rumah duka yang ada di surabaya, ternyata beda. di kremaotrium tempatnya sangat amat rame soalnya 2 jenazah sekalian.

plang krematoriumnya :

plang krematorium

jenazah om an tiba di krematorium

sori gambarnya kecil, pake kamera hp soalnya :p.

begitu om an sampai di krematorium langsung di bantenin, sambil menunggu giliran dimandikan untuk terakhir kalinya.

jenazah om an dimandikan

setelah nunggu beberapa lama, akhirnya jenazah om an dapat giliran dimandikan untuk terakhir kalinya. berhubung permintaan dari keluarga, pada waktu jenazah om an dimandikan tanpa busana nya ga tak foto :p

jenazah om an di peti

jenazah om an di peti

setelah jenazah om an dimandikan, jenazahnya dikembalikan ke dalam peti. foto om an ditaruh di sebelah peti, di belakang foto ditaruh banten untuk otonan. oiya pada saat diaben, hari itu juga pas dengan otonan om an. hari nya bagus 😀

acara selanjutnya setelah memandikan jenazah, dilanjutkan dengan acara ngajum.

IMG_2766

IMG_2767

IMG_2769

satu per satu setiap anggota keluarga dapat giliran untuk ngajum. salah satu prosesi ngaben yang ada di bali. tujuannya menlepaskan atma dari badan kasar orang yang telah meninggal. setelah prosesi ngaben, kebetulan gw lapar banget jadi makan dulu. sambil nunggu prosesi selanjutnya : pembakaran jenazah om an.

bersambung di post berikutnya Selamat Jalan Om An – part 3

Advertisements

2 comments on “Selamat Jalan Om An – Part 2

  1. Pingback: Selamat Jalan Om An – Part 1 | Tweenbee's Archive

  2. Pingback: Rangkaian upacara ngaben, memukur, dan dewa pitara prathista 29 Januari 2013 | Tweenbee's Archive

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s