Endoscopy Experience – End

oke postingan ini lanjutan dari post sebelumnya yaitu : Endoscopy Experience – Beginning.

dari mana lanjutnya yah? oh ya dari sampel dinding lambung hasil biopsy.

Hasil biopsi

Sebenernya gambar diatas bukan haisl biopsi lambung gw, gara2 lupa foto yaaa pake gambar seadanya aja deh hehehe

sebenarnya hasil dari biopsy itu dibawa ke laboratorium PA (Patologi Anatomi) yang ada di RSUP Sanglah Denpasar. sayangnya udah jauh2 ke sana, eh ternyata mau gratis periksa hasil biopsy itu di sanglah AMAT SANGAT RIBET!! belom lagi waktu prosesnya lama bener di sanglah… hadeh…

akhirnya setelah batal di sanglah dan harus berjalan ke ujung jalan pulau nias (parkir mobilnya disana), gw sama ortu sepakat buat ke lab prodia. di prodia layanannya ga pake lama, meskipun harus bayar sekitar 330 ribu untuk analisa hasil biopsi lambung. di prodia biopsi lambung tsb diproses selama 5 hari.

dari hasil biopsi lambung yang kecil banget (diameter 1 mm) itu dapet hasil seperti ini dari prodia / Sentra Diagnostik Patologi Bali :

Tampak sediaan menunjukkan mukosa gaster berupa antrum dan corpus terdiri dari epitel permukaan, foveola gastrica, gastric gland, lamina propria dan muskularis mukosa.

Tampak epitel permukaan tanpa gambaran erosi. foveola gastrica dan kelenjar gaster tidak menunjukkan tanda atrofik. lamina propria tampak mengandung sebukan infiltrat limfoplasmasitik ringan (Inflamasi +1 ). tampak PMN neurofil ringan pada lamina propria (Aktivitas +). tidak tampak gambaran metaplasma intestinal, displasia maupun keganasan pada sediaan ini.

dengan pengecatan Giemsa : Tidak terdapat kuman Helicobacter pylori (Hp -)

simpulan :

Gastritis kronik aktif antrum, non Hp

whew panjang ya? itu dari 2 bulir kecil biopsi bisa dapet cerita sepanjang itu. salut buat ahli patologinya 😀

eniwei, yang sebelumnya ditakutkan sama prof wibawa adalah adanya bakteri Helicobacter pylori. apa itu? silahkan googling sendiri 😀

 

karena ga ada helicobacter pylori, jadi ga perlu pengobatan eradikasi. tapi gw tetep berobat jalan PPI (Esomeprazole/Nexium) untuk perawatan inflamasi nya.

yah segitu aja cerita tentang pengalaman gw nelen kamera endoskopi, sampe diambil jaringan lambungnya buat di tes si Pylori yang rese itu.

 

kalo ada yang mau komen silahkan 😀

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s