Review Front Misson by Tsugamu

Front mission boxart

Credits : Tsugamu
Screenshot Credits : IGN, Gamespy

Kali ini, aku mau ngasih review game lagi. Game yang akan kubahas adalah Front Mission NDS. Game yang merupakan remake dari versi Wonder Swan dan SNES jaman baheulak ini ternyata cukup seru untuk dimainkan, meskipun masih menggunakan sudut pandang kamera dari satu arah, yaitu diagonal. Sebelum ke bagian ulasan game, aku akan ngulas sinopsis dari game yang sudah ada terjemahan US nya ini.

Berbeda dari versi pertamanya, Front Mission NDS mempunyai dua alur cerita yang udah bisa kamu pilih sejak awal permainan. Intinya, kamu bebas menjadi grup protagonis (O.C.U), atau antagonis (U.S.N). Aku akan mulai dari skenario O.C.U. Adegan dari skenario ini dimulai ketika Royd dan pasukannya tiba di sebuah pabrik amunisi U.S.N untuk mengadakan suatu investigasi khusus. Sayangnya, tak lama kemudian pasukan U.S.N yang dipimpin oleh Driscoll datang. Tak hanya itu, mereka bahkan menghabisi nyawa Karen, tunangannya Royd. Karena peristiwa ini, Royd hampir kehilangan semangat hidup. Ia keluar dari militer dan menggantungkan hidup dari duel wanzer di sebuah arena (ini nantinya dapat kamu manfaatkan sebagai sarana menambah uang). Melihat hal ini, seseorang yang bernama Olson menawarkan Royd untuk bergabung dalam sebuah PMC (Private Military Company) untuk melawan pasukan U.S.N. Awalnya ia menolak ajakan ini. Namun, begitu mengetahaui bahwa Karen ternyata masih hidup, ia langsung tak ragu untuk masuk grup militer yang bernama Canyon Crow tersebut. Oh ya, kejadian U.S.N menyerang pasukan O.C.U tersebut juga disebut dengan “Larcus Incident”. U.S.N sudah melanggar perjanjian damai sehingga meletuslah “Second Huffman War”. Untuk alur U.S.N, ceritanya kurang lebih berpusat kepada Kevin Greenfield, salah satu prajurit U.S.N. Cerita dari skenario ini melengkapi berbagai misteri yang masih mengganjal pada skenario O.C.U.

Sistem perang dalam game ini cukup sederhana, mengingat ini adalah versi pertama dari semua game Front Mission yang ada. Kamera hanya terletak pada sudut pandang diagonal, tidak bisa diputar, dan tentu saja akan membuat kamu pusing. Scene battle antar wanzer pun setali tiga uang. Berbeda dengan game Front Mission yang lainnya, scene battle terasa statis, hanya pada satu sudut pandang. So, bagi kamu yang menginginkan aksi pertarungan keren, this game is (still) not an option. Satu hal lagi. Parts wanzer yang sudah terpasang tidak dapat diupgrade. Apabila kamu menginginkan wanzer yang lebih kuat, kamu harus beli part baru.

Tapiiii, bukan berarti game ini tidak bakal menguras pikiran kamu. Taktik dan strategi perang masih sama serunya, bahkan cenderung lebih menantang. Senjata-senjata tipe jarak pendek (misal shotgun dan rifle) hanya mampu digunakan bila jarak musuh dengan pemain persis satu kotak dan berhadap-hadapan (kiri, kanan, depan, atau belakang), beda dengan Front Mission 3 dan 4 dimana kamu masih bisa menembak shotgun dari jarak sampai 3 kotak. Hal ini akan menantang kamu supaya mengatur strategi tertentu. Alur cerita dalam game ini juga bagus, tidak kalah bagus dengan Front Mission yang lainnya.

Finally, I wanna give score:

Music: 7,5/10

Gameplay: 8/10

Story: 8/10

OVERALL: 7,8/10

RECOMMENDED!!!

Screenshot :

Advertisements

2 comments on “Review Front Misson by Tsugamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s